Follow by Email

Jumat, 26 Oktober 2012

ASAL MULA KEHIDUPAN DI BUMI SERTA PERKEMBANGANNYA


ASAL MULA KEHIDUPAN DI BUMI SERTA PERKEMBANGANNYA

MAKALAH

ILMU KEALAMAN  DASAR
OLEH  :

ANDRE WARDANA         (B1A009019)






UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS HUKUM
BANJARMASIN 
2009



KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami pajatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmat-Nya lah tugas makalah ini dapat diselesaikan dengan penuh rasa tanggung jawab.Tugas makalah ini berjudul “ASAL MULA KEHIDUPAN DI BUMI SERTA PERKEMBANGANYA”.

Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini untuk memenuhi tugas dari Dosen Mata Kuliah yang bersangkutan. Selain itu juga, dengan makalah ini kami dapat lebih memahami tentang asal mula kehidupan di bumi.


Kami meyadari bahwa tugas makalah ini banyak akan kekuranganya, baik cara tulisan maupun dari isi-isi makalah yang dibuat ini. Maka dari itu kami mengharapkan adanya kritik dan saran dari sumua pihak demi kesempurnaan tugas maklalah ini.


Demikian pengantar dari kami, apabila ada kesalahan dan kekurangan, kami mengucapkan mohon maaf.Terima kasih.




                                                                                                                                             Penulis,





                                                                                                                                                                i



DAFTAR ISI



 KATA PENGANTAR…………………………………………..............……………………………. i
 DAFTAR ISI…………………………………………...............…………………………………… ii
 BAB I PENDAHULUAN……………………………………............………………………. 1
1.1 Latar Belakang………………………………………………….........................……... 1
1.2 Tujuan…………………………………………………………………......................... 1
 BAB II ASAL MULA KEHIDUPAN DI BUMI SERTA
PERKEMBANGANNYA……………………………………………………..................… 2   2.1 Asal Mula Kehidupan di Muka Bumi………………………………….. .................2
2.2 Perkembangan dan Variabilitas Makhluk Hidup………………………............................ 6
2.3 Evolusi…………………………………………………………………. .........................7
2.4 Geografi Kehidupan di Bumi dan Manusia Sebagai Salah Satu
Makhluk Penghuninya……………………..…………………………… .........................8
 BAB III PENUTUP…………………………………….................…………………………………. 9
3.1 Kesimpulan…………………………………………....................…………………... 9
3.2 Saran – saran ……………………………………………………...................……… 9
 DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………..….. 10









ii

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Manusia sebagai makhluk hidup yang berakal budi mempunyai rasa ingin tahu rahasia alam dengan menggunakan pengamatan dan penggunaan pengalaman, tetapi sering tidak dapat menjawab masalah dan tidak memuaskan. Sebelum abad ke-17, para ahli beranggapan bahwa makhluk hidup terjadi denagn sendiri nya dari makhluk tak hidup. Peryataan ini disebut teori generation spontanea.

- Pengertian Ilmu Alamiah Dasar
Ilmu alamiah dasar adalah ilmu pengetahuan yang mengkaji konsep – konsep dan prinsip – prinsip dasar yang esensial terhadap gejala – gejala alam termasuk manusia itu sendiri sebagai bagian dari alam dan segala yang ada di bumi ini.

- Pengertian Asal Mula Kehidupan di Bumi
Bumi kita dahulu terbentuk dalam keadaan sangat panas dan pijar yang secara perlahan – lahan bumi mengadakan kondensasi atau menjadi loebih dingin sehingga membentuk sebuah kerak atau kulit bumi.

1.2 Tujuan
Memperkenalkan konsep – konsep dasar dalam ilmu alamiah dasar, memberikan wawasan pengetahuan, pengertian dan apresiasi tehadap objek dan cara pemikiran serta cara – cara pendekatan dan hasil – hasil dalam ilmu alamiah dasar, dan mendorong dan mengembangkan kemanfaatan ilmu alamiah dasar







1

BAB II
PEMBAHASAN

  ASAL MULA KEHIDUPAN DI BUMI SERTA PERKEMBANGANNYA
2.1 Asal Mula Kehidupan di Muka Bumi
Fakta menunjukan bahwa bumi kita sejak awal memangul kehidupan. Menurut dugaan, usia bumi kurang lebih adalah 3.000 juta tahun, namun hadirnya kehidupan di atas bumi berubah sekitar 2.000 juta tahun dan ini berawal dari makhluk yang sangat sederhana. Hal tersebut diketahui berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan metode perbandingan zat radioktif dengan zat hasil luruhnya.
Dengan metode tersebut tersebut dapat diperkirakan bahwa bumi telah membentuk batuan sejak 5 ribu juta tahun yang lalu. Dari penelitian berbagai batuan ternyata terdapat batuan yang berumur 3,5 juta tahun yang menunjukkan tanda – tanda sisa kehidupan atau fosil. Ini berarti pada saat itu telah ada kehidupan di bumi.

Dari  Mana Asal Mula Kehidupan di Muka Bumi  ?
Kita mengenal beberapa hipotesis tentang asal mula kehidupan. Perlu diketahui bahwa hipotesis yang dikemukakan oleh para ahli tidak terlepas juga dari cara penalaran dari seseorang dari zaman ke zaman. Oleh karena itu, ada beberapa hipotesis yangt janggal kedengaranya. Sebaliknya, ada yang benar jika ditinjau dari segi logika.
Terlepas dari janggal tidaknya hipotesis itu, yang terpenting adalah bagaimana mereka sampai pada hipotesis itu dan adakah fakta yang mendukungnya.    
                 
1) Hidup Datangnya dari Tuhan
Pendapat semacam ini kita kenal dengan paham penciptaan khusus atau special creation yang mengandung pengertian bahwa Tuhan langsung turun tangan, kemudian menciptakan hidup di atas Bumi. Bagaimanakah kehidupan itu terjadi? Ilmu biologi yang harus mencari jawaban mengenai persoalan itu, berusaha mencari keterangan dalam taraf dan lingkungannya sendiri. Dengan demikian,


2

harus dihindarkan suatu gambaran tentang pekerjaan Tuhan yang agak antbromorfistis yang mengibaratkan Tuhan bagaikan manusia atau tukang (Sj. Drost J. Drs. Ilmu Alamiah Dasar, Buku Panduan Mahasiswa, 1992).      
2) Teori Cozmozoa
Pendapat ini menyatakan bahwa makhluk hidup datang di bumi dari bagian lain alam semesta ini. Diperkirakan bahwa suatu benda berat telah menyebarkan benda hidup dan benda hidup itu merupakan suatu partikel – partikel kecil.

Teori ini berdasarkan dua asumsi bahwa:
a. Benda hidup itu ada atau telah ada di suatu tempat dalam alam semesta ini.
b. Hidup itu dapat dipertahankan selama perjalanan antar benda angkasa di bumi.

3) Teori pfluger.
            Teori ini berpendapat bahwa bumi berasal dari suatu materi yang sangat panas sekali.
4) Teori Moore
  Teori ini menyatakan bahwa hidup dapat muncul dari kondisi yang cocok dari bahan anorganik pada saat bumi mengalami pendinginan melalui suatu proses yang kompleks dalam larutan yang labil.





3                            

5) Teori Allen
      Pendapat ini menyatakan bahwa pada saat keadaan berdifusi, bumi ini seperti keadaan sekarang. Beberapa reaksi terjadi yaitu energi yang datang dari sinar matahari diserap oleh zat besi yang lembab dan menimbulkan pengaturan atom dari materi – materi.
6) Generatio Spontanea
Teori ini dikenal juga dengan nama abiogenesis dengan tokohnya Aristoteles. Ia mengemukakan bahwa hidup ini bermula dari benda mati yang secara tiba – tiba menjadi jasad hidup
Contoh: cacing berasal dari lumpur, ulat berasal daging yang membusuk, dan tikus brasal dari bekas pakaian – pakaian yang tersimpan lama. Hipotesis ini akhirnya tenggelam setelah munculna para ilmuan lain dengan pola pikirnya yang lebih rasional.
          Bukti – bukti Kehidupan
Stanley I. Miller (1936) berpaling kembali pada paham generatio spontanea. Ia menganggap bahwa tidak mustahil hidup ini pernah berkembang dari zat mati.
Perbedaan yang dilakukan telah memaparkan fakta – fakta baru yang dapat memperluas wawasan kita. Fakta apakah yang mendasari percobaan itu? Kenyataan menunjukkan bahwa jasad hidup sebagian besar terdiri dari protein (zat putih telur) yang terurai menjadi unit yang sederhana, yakni asm –asam amino yang mengandung nitrogen.
                        Apa Bedanya Makhluk Hidup dengan Benda Mati?
                     Sifat – sifat umum yang dapat dipakai untuk membedakan antara makhluk hidup, maka makhluk hidup dengan benda mati adalah:
4


1) Bentuk dan Ukuran
 Makhluk hidup mempunyai bentuk dan ukuran tertentu sedangkan benda mati tidak.
Contoh: Batu ada yang sebesar butir pasir, ada yang sebesar gunung; sedangkan manusia misalnya bentuk dan ukurannya tertentu.

2)   Komposisi Kimia
Makhluk hidup mempunyai komposisi kimia tertentu yang terdiri dari unsur – unsur Karbon (C), Hydrogen (H), Oksigen (O), Nitrogen (N), Belerang atau Sulfur (S), Fosfor (P) dan sedikit mineral. Benda mati komposisinya tidak tertentu.
2) Organisasi
Setiap makhluk hidup terbentuk dari sel – sel. Sel – sel ini membentuk jaringan, sedangkan jaringan ini membentuk organ. Sistem organ ini membentuk proses hidup. Pada benda mati misalnya batu, susunanya yang kompleks adalah hasil dari unsur  pokoknya.
3) Metabolisme
Pada makhluk hidup terjadi pengambilan dan penggunaan makanan,  respirasi atau pernapasan, sekresi dan ekskresi. Benda mati tidak mengalami hal – hal tersebut.   Iritabilitas
Makhluk hidup dapat memberikan reaksi terhadap perubahan pada sekitarnya, misalnya cahaya,gerakan, kelembaban dan suhu. Besarnya reaksi tak seimbang besarnya aksi. Pada benda mati reaksinya seimbang dengan aksi.

5
Contoh: Besi yang kena panas akan memuai sesuai dengan panas yang datang.  
4) Reproduksi
Pada makhluk hidup terdapat kemampuan untuk membuat makhluk itu menjadi banyak, sedangkan pada benda mati tidak mati.
2.2 PERKEMBANGAN dan VARIABILITAS MAKHLUK HIDUP
Hidup berarti mampu mengadakan metabolisme termasuk respirasi, beraksi terhadap rangsangan luar dengan tujuan mempertahankan diri dan mengadakan reproduksi. Sel memenuhi syarat itu, maka sel dianggap sebagai suatu untuk kehidupan yang terkencil.
Sel terdiri dari,membrane sel, nucleus(inti sel)dan protoplasma yang terdiri dari sitoplasma dan nukleoplasma. Pada nukleoplasma terdapat bagian yang mampu mengadakan metabolisme. Sedangkn membrane melindungi serta mengatur hubungan sel dengan dunia luar.
Ada dua macam reproduksi sel yaitu mitosis dan amitosis. Amitosis berarti membelah diri secara langsung seperti terdapat pada hewan bersel satu atau ganggang biru hijau. Mitosis yaitu cara reproduksi bertahap seperti yang terdapat pada hewan dan tumbuhan.
Ada beberapa tingkatan dari mitosis, yaitu:
a. Interfasi
b. Profase
c. Prometafase&metafase
d. Anafase
e. Telofase


      6


2.3 Evolusi
Perubahan secara bertahap dari semua makhluk hidup itu, terjadi perlahan dan terus – menerus dan kita sebut sebagai evolusi.
1)   sejarah kehidupan bumi
a. Azoikum,
b. Archeozoikum,
c. Proterozoikum,
d. Paleozikum,
e. Mezozoikum, dan
f. Kenozoikum.

2) Teori Evolusi
a. Lamarck : Evolusi disebaksn karena adanya adaptasi.
  Contoh: Belalai gajah pendek menjadi panjang
b. Darwin : Evolusi disebabkan oleh seleksi alam
Contoh: karena seleksi alam, bilalai gajah yang pendek yang jaya menjadi Punah.
c.       Weismann : Evolusi masalah genetika
d.        De Vries : Evolusi disebabkan karena mutasi genn.










7

 
2.4 Geografi Kehidupan di Bumi dan Manusia Sebagai Salah Satu Makhlik Penghuninya
1) Faktor Lingkungan
Terdiri dari lingkungan abiotik yaitu tanah, air temperature dan iklim di tempat itu, lingkungan biotik adalah lingkungan antara makhluk – makhluk hidup itu sendiri.
   
2) Faktor Sejarah
             Yang menurut sejarah geografi vbumi ini dahulu kala hanya terdiri dari satu benua dan satu samudra. Kemudian retak dan bergeser secra sangat perlahan dan membentuk benu – benua, samudra dan lautan.

3)    Faktor Hambatan      Hambatan itu terdiri antara lain daratan untuk makhluk penghuni lautan yaitu daratan/benua dan daratan yang menyempit seperti Amerika Tengah (Costa Rica). Bagi makhluk daratan, hambatannya adalah lautan dan selat.

Ketiga factor tersebut dapat kita sebut sebagai faktor geografik. Di samping faktor geografik masih ada faktor genetik, baik variasi yang dihasilkan dari perkawinan maupun mutasi genetik.    
               


   




8


BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Jadi kesimpulanya semua adalah dengan metode radioktivitas terbukti bahwa pada 3,3 juta tahun yang lalu telah ada kehidupan, karena terdapat pada batuan setua itu ada fosilnya. Mula – mulanya orang meyangka bahwa makhluk hidup itu dapat timbul dengan sendirinya secara sepontan dari makhluk hidup tak hidup.

3.2 SARAN – SARAN
Adapun saran yang dapat diberikan demi kesejahteraan bumi kita seharusnya kita menjaga dan merawatnya dengan sungguh – sungguh, agar bumi kita tak mudah rusak adapun hal untuk generasi muda kita yang akan datang.






 









9

DAFTAR PUSTAKA


 Aly Abdullah, Drs dan Rahmnan Eny,Ir.Ilmu Alamiah Dasar;Bumi Askara,Jakarta Askara,Jakarta,1992.
  Darmodjo Hendro, Drs, M.A dan Kalogis Yeni, Dra M.Sc. Ilmu Alamiah Dasar, Universitas
       Terbuka,Jakarta,1994
  Jasin Maskoeri, Drs.Ilmu Alamiah Dasar Cetakan ke – 2, Ghalia Indonesia,Jakarta, 1994.
  Nizamuddin H. Dr. dkk.Ilmu Alamiah Dasar,Cetakan ke-2, Ghalia Indonesia,Jakarta, 1994.
  S.J Drost.,drs.Ilmu Alamiah Dasar.Buku Panduan Mahasiswa,PT.Gramedia Pustaka Utama,
       Jakarta, 1992.                      















10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar